Panduan
Dari daftar sampai asistenmu jualan sendiri
Lima langkah, sekitar 15 menit. Nggak perlu ngerti teknis apa pun, dan nggak ada yang perlu diinstal. Kalau di tengah jalan macet, bagian terakhir halaman ini isinya yang paling sering bikin bingung.
Siapin tiga ini dulu
Kalau tiga ini udah ada, sisanya gampang. Yang paling sering bikin orang berhenti di tengah itu yang kedua.
Nomor WhatsApp usaha
Bukan nomor pribadi, dan bukan nomor yang baru banget dibeli. Nomor baru belum dikenal WhatsApp jadi lebih gampang kena batasan. Pakai nomor yang udah kamu pakai wajar beberapa hari dari HP.
Daftar harga dan aturanmu
Boleh masih berantakan. Boleh dari catatan HP, dari file Excel, dari PDF, atau cukup alamat websitemu. Yang penting angkanya benar, karena asistennya cuma boleh jawab dari sini.
Sekitar 15 menit
Menyambungkan nomornya semenit. Sisanya buat ngisi info bisnis dan ngetes. Nggak usah selesai sekali duduk, yang udah kamu simpan nggak akan hilang.
Langkah 1
Daftar akun
Buka halaman daftar, isi nama, nama usaha, dan email. Nggak ada kartu kredit, nggak ada masa percobaan yang habis. Kamu langsung masuk paket gratis: 51 balasan per bulan, selamanya.
Pakai email yang beneran kamu buka. Kalau suatu hari kamu lupa password, alamat itu satu-satunya jalan kami mengembalikan akunmu, dan kalau salah ketik kami nggak bisa nolong.
Konfirmasi emailnya nggak dipaksa waktu daftar, tapi wajib kalau nanti kamu mau pindah ke paket berbayar. Tagihan dikirim ke situ.
Bu Ratna
23.42Kalau kirim ke Bandung ongkirnya…
Pak Deni
22.10Sudah saya transfer ya kak
Sinta
20.55Yang sampler isinya apa aja?
Toko Bu Yuni
19.30Bisa harga reseller?
Bu Ratna
+62 812 8834 2210
Langkah 2
Sambungin nomor WhatsApp
Buka Nomor WhatsApp, tekan Tambah nomor, lalu QR-nya muncul di layar. Di HP: buka WhatsApp, masuk menu Perangkat tertaut, tekan Tautkan perangkat, dan scan QR di layar komputermu. Persis seperti WhatsApp Web.
Chat lamamu nggak ke mana-mana dan nomornya tetap bisa kamu pakai di HP seperti biasa. Palwise cuma nebeng, sama seperti WhatsApp Web.
Tiga hal yang jangan dilakukan
- Jangan pakai nomor yang baru banget dibeli. WhatsApp belum kenal nomor baru, jadi kegiatan yang wajar pun bisa kebaca mencurigakan.
- Jangan pakai buat kirim promo massal ke orang yang belum pernah chat kamu. Ini cara paling cepat bikin nomor kena batasan.
- Jangan ngetes dengan menyuruh dua nomor saling balas. Pola itu kebaca WhatsApp sebagai spam otomatis. Buat ngetes, pakai halaman Coba dulu.
Langkah 3
Isi info bisnis, dan ini bagian yang paling menentukan
Asistenmu cuma boleh menjawab dari sini. Kalau sesuatu nggak ada di info bisnis, dia bilang belum tahu dan melempar obrolannya ke kamu, bukan mengarang. Jadi mutu jawabannya hampir seluruhnya ditentukan isian ini, bukan pengaturan lain.
Ada lima cara ngisinya, pilih yang paling gampang buat kamu:
- Ketik sendiri. Tempel daftar harga dan aturanmu apa adanya. Nggak perlu rapi.
- Dari website. Masukin alamat websitemu, biar dia baca sendiri.
- Dari berkas. Unggah PDF, Word, txt, atau csv.
- Tanya jawab. Buat pasangan pertanyaan dan jawaban yang sering ditanya.
- Dari AI lain. Kalau kamu udah lama cerita soal bisnismu ke ChatGPT, Claude, atau Gemini, itu bisa dipindahin.
Paket gratis muat sampai 10 catatan. Pecah menurut topik, jangan satu catatan raksasa: harga sendiri, ongkir sendiri, aturan retur sendiri. Asistennya jadi lebih gampang menemukan yang tepat.
Katalog & harga
Ditempel manual
kopinusantara.id
Dibaca dari website
Aturan retur & ongkir
Ditempel manual
Dari ChatGPT
Dipindahkan dari AI lain
Cara nulis yang bikin asistenmu pinter
Bedanya bukan panjang atau rapinya, tapi apakah tulisanmu bisa dipakai menjawab. Tiga contoh yang paling sering keliru:
Kurang kepakai
Harga bervariasi, chat aja buat nanya
Kepakai
Arabika Gayo 200gr Rp 85.000
Asisten cuma boleh menjawab dari yang tertulis. Kalau harganya nggak ada angkanya, dia nggak akan pernah bisa menjawab pertanyaan yang paling sering masuk.
Kurang kepakai
Ongkir sesuai wilayah
Kepakai
Dikirim dari Bandung pakai JNE dan J&T. Area Bandung bisa COD. Gratis ongkir di atas Rp 300.000
“Sesuai wilayah” bukan aturan yang bisa dipakai. Yang bisa dipakai: dikirim dari mana, pakai apa, dan batas gratis ongkirnya berapa.
Kurang kepakai
Buka setiap hari
Kepakai
Senin sampai Sabtu jam 9 sampai 17. Minggu tutup
Pelanggan menanyakan jam, bukan hari. Dan kalau Minggu sebenarnya tutup, “setiap hari” bikin asistenmu menjanjikan yang nggak ada.
Langkah 4
Tes dulu sebelum pelanggan asli kena
Buka Coba dulu dan ngobrol sama asistenmu seolah kamu pelanggan yang paling rewel. Tanya harga, tanya yang nggak ada di daftar, minta diskon, minta ngomong sama owner. Lihat jawabannya.
Halaman ini punya jatah harian sendiri dan nggak motong jatah balasan pelangganmu, jadi tes sepuasnya. Ini juga tempat yang benar buat ngetes, bukan dengan chat dari nomor lain.
Empat hal yang wajib kamu cek:
- Harga yang dia sebut sama persis dengan daftarmu.
- Yang nggak ada di info bisnis dijawab “belum tahu”, bukan dikarang.
- Gaya bahasanya cocok sama caramu jualan.
- Waktu kamu minta ngomong sama manusia, obrolannya ditandai perlu dibalas.
Bu Ratna
online
Tadi malam
Kalau yang ini namanya apa23.43Percakapan ini terjadi jam setengah dua belas malam, waktu tokonya sudah tutup dan pemiliknya sudah tidur.
Langkah 5
Nyalakan dan pantau
Nggak ada tombol “luncurkan”. Begitu nomornya nyambung dan info bisnisnya keisi, chat yang masuk langsung dibalas. Yang perlu kamu buka tiap hari cuma tiga halaman:
- Chat masuk. Semua obrolan di satu layar. Yang butuh kamu ditandai. Begitu kamu ikut mengetik, asistennya minggir di obrolan itu.
- Pelanggan. Nama, nomor, dan apa yang dia cari tercatat sendiri, plus tahapnya sampai mana.
- Paket & pemakaian. Sisa jatah balasan bulan ini.
Janji temu yang disepakati di chat tercatat sendiri, tapi statusnya belum dipastikan sampai kamu menekan Pastikan. Asistenmu nggak bisa lihat kalendermu, jadi dia nggak pernah berani menjanjikan jam ke pelanggan. Kamu yang memastikan, dan pelanggannya bisa dikabari sekalian.
Janji temu
- Hari ini jam 14.00
Bu Ratna
kontrol gigi dengan dokter Rina
- Besok jam 09.30
Pak Anwar
survei unit tipe 36
- Sabtu jam 10.00
Kai
meeting online lewat Google Meet
belum kamu pastikan
Contoh isi info bisnis
Ini contoh toko kopi. Bentuknya yang penting, bukan isinya: judul besar per topik, lalu angka dan aturan yang jelas di bawahnya. Tiru bentuknya, ganti isinya sama jualanmu.
HARGA Arabika Gayo 200gr Rp 85.000 Robusta Temanggung 200gr Rp 55.000 Paket sampler 3 x 50gr Rp 75.000 PENGIRIMAN Dikirim dari Bandung pakai JNE dan J&T. Area Bandung bisa COD. Gratis ongkir untuk belanja di atas Rp 300.000. Pesanan sebelum jam 2 siang dikirim hari yang sama. CARA PESAN DAN BAYAR Transfer BCA atau QRIS. Nomor rekening dikirim setelah total dihitung. Pesanan diproses setelah bukti transfer diterima. JAM BUKA Senin sampai Sabtu jam 9 pagi sampai 5 sore. Minggu tutup. RETUR Kemasan rusak diganti penuh. Lapor maksimal 3 hari dengan foto. Kopi yang sudah dibuka tidak bisa ditukar.
Bidang usahamu udah ada contohnya di dalam
Di halaman Asisten ada pilihan bidang usaha. Pilih yang paling deket, dan cara bicara, aturan eskalasi, serta kalimat sapaan langsung keisi sesuai bidangmu. Kamu tinggal betulin yang perlu.
Toko & retail
“Size L ada warna apa aja?”
Kafe, restoran & katering
“Bisa pesan buat 50 orang hari Sabtu?”
Klinik, salon & perawatan
“Bisa daftar hari Sabtu pagi?”
Properti
“Yang tipe 36 masih tersedia?”
Jasa & servis
“Servis AC panggilan bisa hari ini?”
Kursus & les
“Jadwalnya hari apa saja?”
Agency & jasa profesional
“Boleh minta rate card-nya?”
Skincare & kosmetik
“Ini aman buat kulit sensitif?”
Sekolah & kampus
“Pendaftaran gelombang 2 kapan?”
Bidangmu nggak ada di daftar? Pilih Usaha lain, terus isi info bisnismu seperti biasa. Mesinnya sama, yang beda cuma contohnya.
Yang sering bikin bingung
Termasuk yang jawabannya kurang enak didenger. Mending kamu tahu sekarang.
QR-nya nggak mau kescan+
Pastikan kamu buka menu Perangkat tertaut di WhatsApp, bukan kamera biasa. Kalau QR-nya kelihatan pudar atau kedaluwarsa, muat ulang halamannya biar keluar QR baru. Satu QR cuma berlaku sebentar.
Nomornya nyambung, tapi chat pelanggan nggak dibalas+
Tiga yang paling sering. Satu, info bisnisnya masih kosong jadi nggak ada yang bisa dia jawab. Dua, jatah balasan bulan ini habis, cek di halaman Paket & pemakaian. Tiga, kamu masih pegang obrolannya sendiri, karena begitu kamu ikut membalas asistennya otomatis minggir di obrolan itu.
Jawabannya kurang pas atau kaku+
Yang paling menentukan bukan pengaturannya, tapi isi info bisnismu. Tambahkan yang kurang, lalu tes lagi di halaman Coba dulu. Kalau gaya bahasanya yang kurang cocok, ubah di halaman Asisten bagian cara bicara, misalnya minta dia lebih singkat atau nggak pakai emoji.
Asistennya bilang nggak tahu padahal ada di info bisnis+
Cek dulu catatannya sudah bertanda selesai dihafal di halaman Info bisnis. Kalau baru ditempel, tunggu sebentar. Kalau tulisannya panjang sekali dalam satu catatan, pecah jadi beberapa catatan menurut topiknya, biar dia gampang menemukan yang tepat.
Aku mau pegang sendiri satu pelanggan+
Balas aja langsung dari Chat masuk. Begitu kamu mengetik, asistennya berhenti di obrolan itu. Kalau mau dia jalan lagi, tekan Serahkan ke AI.
Nomorku aman dari blokir?+
Palwise cuma membalas orang yang chat duluan dan nggak pernah menyebar pesan, dan itu penyebab pemblokiran yang paling sering. Tapi Palwise bukan produk resmi WhatsApp, jadi risikonya nggak bisa kami hilangkan. Jangan pakai buat blast promo, dan jangan ngetes dengan menyuruh dua nomor saling balas.
Masih macet? Jangan didiemin
Lebih cepat ditanyain daripada ditebak sendiri. Kalau kamu udah masuk dashboard, ada tombol kirim masukan di sudut kanan bawah tiap halaman, dan itu kebaca semuanya.
Dijawab senin sampai sabtu, 09.00 sampai 17.00 wib.